Tim Pengabdian Prodi Pendidikan Fisika Gelar Edukasi Mitigasi Bencana di UPTD SMKN 1 Rangas

Mamuju, 10 September 2026 – Tim pengabdian kepada masyarakat dari Program Studi Pendidikan Fisika sukses menyelenggarakan kegiatan edukasi kebencanaan di aula UPTD SMKN 1 Rangas. Kegiatan yang mengusung judul “Peningkatan Literasi Kebencanaan Gempa Bumi dan Tsunami melalui Edukasi Mitigasi di UPTD SMKN 1 Rangas” ini dihadiri oleh 21 siswa. Edukasi ini dinilai sangat penting mengingat wilayah Indonesia memiliki risiko tinggi terhadap bencana alam gempa bumi dan tsunami. Kurangnya pemahaman tentang tanda bencana, langkah penyelamatan, dan jalur evakuasi sering kali meningkatkan risiko jatuhnya korban, sehingga literasi kebencanaan perlu ditingkatkan.

Kegiatan pengabdian ini diketuai langsung oleh Faizal Amir, S.Pd., M.Pd., yang secara resmi membuka acara di hadapan para siswa. Dalam pelaksanaannya, beliau didampingi oleh dua anggota tim dosen yang berpengalaman, yaitu Dr. Fadhila, S.Pd., M.Pd. dan Dr. Kartika Hajati, S.Pd., M.Pd. Sinergi antara para akademisi ini bertujuan untuk memastikan penyampaian edukasi mitigasi bencana dapat diserap dengan baik oleh para siswa, sehingga mereka siap mengambil tindakan tepat sebelum, saat, dan setelah bencana terjadi.

Selain melibatkan para dosen, kegiatan ini juga turut menggandeng enam mahasiswa sebagai bentuk kolaborasi dan pemberdayaan generasi muda dalam pengabdian masyarakat. Keenam mahasiswa tersebut adalah Nur Afni, Fatmawati, Nurul Aulia Hasri, Perdi, Kritina Nurmi, dan Winda. Menariknya, setelah rangkaian acara dibuka secara resmi oleh ketua tim, sesi pemaparan materi utama langsung dipandu dan dilanjutkan oleh salah satu mahasiswa, yakni Nur Afni, yang tampil interaktif memberikan edukasi di hadapan para siswa.

Materi yang disampaikan bertajuk “Peningkatan Literasi Kebencanaan Gempa Bumi dan  sunami melalui Edukasi Mitigasi”. Dalam paparannya, diuraikan bahwa gempa bumi merupakan getaran permukaan bumi akibat pelepasan energi di dalam bumi yang dapat merusak bangunan secara tiba-tiba. Selain itu, para peserta juga diberikan pemahaman mengenai ancaman tsunami, yakni gelombang laut besar akibat gangguan di dasar laut yang dapat mencapai pesisir dengan cepat. Ancaman yang memiliki waktu reaksi singkat ini menuntut warga pesisir untuk melakukan evakuasi segera.

Untuk menekan dampak fatal dari risiko tersebut, materi yang dipaparkan juga menekankan langkah-langkah mitigasi yang komprehensif. Sebelum bencana, siswa diajarkan untuk mengenali risiko lingkungan sekolah, mengetahui jalur evakuasi, dan menyiapkan tas darurat. Saat gempa terjadi, mereka diinstruksikan untuk melindungi kepala dan tubuh dengan berlindung di bawah meja kokoh serta menjauhi kaca. Jika gempa kuat dan berpotensi tsunami, siswa ditekankan untuk tidak menunggu air surut, melainkan langsung melakukan evakuasi ke tempat yang tinggi sesuai instruksi. 

Selama pemaparan materi berlangsung, 21 siswa yang hadir tampak sangat antusias dan aktif mengikuti setiap sesi yang dibawakan oleh tim pengabdian. Antusiasme ini sangat sejalan dengan tujuan utama kegiatan, yakni membangun budaya siaga agar siswa memiliki sikap tenang, tanggap, dan gotong-royong saat keadaan darurat. Melalui peningkatkan literasi ini, diharapkan kesadaran akan pentingnya keselamatan di lingkungan sekolah dapat meningkat, sehingga kesiapsiagaan kolektif warga sekolah turut terbentuk.

Kegiatan pengabdian ini pada akhirnya menjadi wujud nyata implementasi dari Visi dan Misi Program Studi Pendidikan Fisika. Pelaksanaan edukasi mitigasi bencana ini merupakan salah satu bentuk pemanfaatan keilmuan pendidikan fisika untuk membantu memecahkan permasalahan lokal di masyarakat. Diharapkan, kontribusi nyata dari tim pengabdian di UPTD SMKN 1 Rangas ini dapat memberikan dampak jangka panjang bagi keselamatan generasi masa depan dari ancaman bencana alam.

Penulis:
Fadhila (2023)