Campalagian, 14 Oktober 2026 — Tim Titik Kumpul Saintek dari Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Sulawesi Barat mendampingi siswa SMAN 1 Campalagian dalam kegiatan Eksplorasi Mini Project STEM Siswa (Perancangan Prototipe) yang berlangsung di Laboratorium Biologi SMAN 1 Campalagian. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Titik Kumpul Saintek 2026 melalui program “SIPAMANDAQ: Klub Sains Berbasis Instrumentasi Fisika Terintegrasi Budaya Lokal untuk Mendorong Minat dan Pengalaman Riset Siswa SMAN 1 Campalagian”. Program ini diinisiasi oleh tim pengusul dari Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Sulawesi Barat sebagai upaya menghadirkan pengalaman belajar sains yang kontekstual melalui pemanfaatan instrumentasi fisika, teknologi, dan potensi lokal Mandar.
Kegiatan perancangan prototipe menjadi kelanjutan dari eksplorasi awal Mini Project STEM pada 30 September 2026 serta observasi lapangan di tempat pengeringan kakao dan kawasan pesisir Polewali Mandar pada 13 Oktober 2026. Melalui rangkaian kegiatan tersebut, siswa diarahkan untuk menghubungkan konsep sains dan teknologi dengan kondisi nyata di lingkungan sekitar sebagai dasar pengembangan prototipe.
Mengembangkan Lima Mini Project STEM
Dalam kegiatan ini, siswa melanjutkan perancangan lima Mini Project STEM. Setiap kelompok mengembangkan rancangan berdasarkan tema proyek yang telah ditentukan dengan memanfaatkan Arduino Uno, sensor, dan berbagai komponen sederhana. Kelima proyek tersebut meliputi: (1) Sistem Monitoring Suhu dan Kelembapan untuk Pengeringan Kakao/Kelapa; (2) Prototipe Pengering Kakao Tenaga Surya; (3) Sistem Pencahayaan Otomatis untuk Stand Produk Lokal Mandar; (4) Mini Pembangkit Listrik Mikrohidro Sederhana; dan (5) Prototipe Alat Praktikum Pembelajaran Gelombang Air Laut. Kelima proyek tersebut dipilih untuk mendekatkan pembelajaran fisika dengan potensi dan kebutuhan lokal, mulai dari pengolahan hasil pertanian, pemanfaatan energi terbarukan, pengembangan produk lokal, hingga pemahaman fenomena gelombang air laut.
Kegiatan berlangsung melalui proses kolaborasi dan eksplorasi. Siswa berdiskusi dengan anggota kelompok serta memperoleh pendampingan dalam menyusun rancangan proyek. Proses tersebut menjadi bagian penting dalam membangun keterampilan berpikir kritis, kreativitas, pemecahan masalah, dan kerja sama.
Mengintegrasikan Fisika, Teknologi, dan Potensi Lokal Mandar
Pengembangan Mini Project STEM dalam program SIPAMANDAQ tidak hanya berorientasi pada pembuatan alat, tetapi juga pada upaya menghadirkan pembelajaran fisika yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Potensi lokal Mandar menjadi konteks bagi siswa untuk memahami bagaimana konsep fisika dapat diterapkan dalam pengembangan teknologi sederhana. Melalui proyek pengering kakao, misalnya, siswa dapat mengeksplorasi konsep suhu, perpindahan kalor, dan pemanfaatan energi matahari. Sementara itu, proyek alat praktikum gelombang air laut memberikan ruang bagi siswa untuk menghubungkan konsep gelombang dengan fenomena yang dapat diamati di kawasan pesisir. Pendekatan ini diharapkan dapat membantu siswa melihat fisika bukan sekadar kumpulan rumus dan teori, melainkan ilmu yang dapat digunakan untuk memahami lingkungan dan merancang solusi terhadap permasalahan nyata.
Hasil pengembangan tersebut juga akan didokumentasikan dalam bentuk lembar kerja dan poster ilmiah sebagai sarana untuk mengomunikasikan proses serta hasil proyek yang rencana akan dipamerkan pada kegiatan Physics Expo 2026. Dengan demikian, siswa memperoleh pengalaman dalam menjalani tahapan pengembangan karya ilmiah, mulai dari identifikasi masalah dan perancangan hingga pengujian serta penyampaian hasil.
