Tim Titik Kumpul Saintek Dampingi Observasi Lapangan Klub Sains SIPAMANDAQ SMAN 1 Campalagian

Polewali Mandar, 13 Oktober 2026 — Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Sulawesi Barat melalui Program Titik Kumpul Saintek 2026 melaksanakan kegiatan observasi lapangan bagi siswa Klub Sains SIPAMANDAQ di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian program “SIPAMANDAQ: Klub Sains Berbasis Instrumentasi Fisika Terintegrasi Budaya Lokal untuk Mendorong Minat dan Pengalaman Riset Siswa SMAN 1 Campalagian”.

Observasi lapangan ini bertujuan memberikan pengalaman belajar kontekstual kepada siswa melalui pengamatan langsung terhadap potensi lokal dan kondisi nyata di lingkungan sekitar yang berkaitan dengan pengembangan lima Mini Project STEM berbasis Arduino Uno dan sensor. Dua lokasi yang menjadi tujuan observasi adalah tempat pengeringan kakao dan kawasan pesisir di Kabupaten Polewali Mandar.

Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari rangkaian eksplorasi Mini Project STEM yang sebelumnya dilaksanakan di Laboratorium Kimia SMAN 1 Campalagian pada 30 September 2026. Setelah memperoleh pengenalan awal mengenai Arduino Uno, sensor, serta perancangan proyek, siswa kini diajak mengamati secara langsung fenomena dan permasalahan di lapangan sebagai dasar untuk menyempurnakan rancangan prototipe masing-masing kelompok.

Mengamati Proses Pengeringan Kakao dan Kondisi Lingkungan

Pada lokasi pengeringan kakao, siswa mengamati proses pengeringan serta kondisi lingkungan yang berpotensi memengaruhi kualitas dan efektivitas proses tersebut. Pengamatan ini berkaitan dengan pengembangan dua Mini Project STEM, yaitu Sistem Monitoring Suhu dan Kelembapan untuk Pengeringan Kakao/Kelapa dan Prototipe Pengering Kakao Tenaga Surya. Melalui observasi tersebut, siswa memperoleh kesempatan untuk mengidentifikasi aspek-aspek yang dapat diamati dan diukur, seperti suhu, kelembapan, serta pemanfaatan energi matahari dalam proses pengeringan. Hasil pengamatan diharapkan menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan kebutuhan sensor, merancang sistem pemantauan, dan mengembangkan prototipe yang sesuai dengan kondisi di lapangan.

Kegiatan ini juga memperkenalkan siswa pada penerapan konsep fisika dalam aktivitas produktif masyarakat. Konsep suhu, perpindahan kalor, kelembapan, dan pemanfaatan energi surya tidak hanya dipelajari sebagai materi teoritis, tetapi juga dikaitkan dengan proses pengolahan hasil pertanian yang memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat setempat.

Mengeksplorasi Kawasan Pesisir dan Fenomena Gelombang Laut

Observasi kemudian dilanjutkan ke kawasan pesisir untuk mengamati lingkungan laut dan fenomena gelombang air laut. Lokasi ini relevan dengan pengembangan Mini Project STEM berupa Alat Praktikum Pembelajaran Gelombang Air Laut. Melalui pengamatan langsung, siswa diarahkan untuk mengenali karakteristik lingkungan pesisir serta menghubungkannya dengan konsep fisika, khususnya gelombang. Pengalaman ini menjadi landasan kontekstual bagi siswa dalam merancang media praktikum yang dapat membantu menjelaskan fenomena gelombang melalui eksperimen sederhana. Selain itu, pengamatan lingkungan pesisir juga memperluas wawasan siswa mengenai potensi penerapan ilmu fisika dalam memahami fenomena alam yang dekat dengan kehidupan masyarakat Mandar.

Menghubungkan Potensi Lokal dengan Pengembangan Prototipe

Observasi lapangan menjadi tahapan penting dalam pendekatan pembelajaran berbasis STEM karena memberikan kesempatan kepada siswa untuk menghubungkan sains, teknologi, rekayasa, dan matematika dengan situasi nyata. Siswa tidak hanya mengembangkan gagasan berdasarkan diskusi di kelas, tetapi juga memperoleh referensi langsung dari lingkungan yang menjadi konteks proyek mereka.

Sementara itu, Mini Project STEM lainnya, yaitu Sistem Pencahayaan Otomatis untuk Stand Produk Lokal Mandar dan Mini Pembangkit Listrik Mikrohidro Sederhana, turut menjadi bagian dari rangkaian pengembangan proyek yang mengangkat penerapan teknologi dan konsep fisika dalam kehidupan sehari-hari. Melalui proses ini, siswa diharapkan semakin memahami bahwa pengembangan prototipe memerlukan identifikasi kebutuhan, pengamatan kondisi lingkungan, pemilihan komponen yang sesuai, serta pengujian dan penyempurnaan rancangan secara bertahap.

Melanjutkan Perjalanan Riset melalui Klub Sains SIPAMANDAQ

Hasil observasi lapangan selanjutnya menjadi bekal bagi siswa untuk melanjutkan pengembangan Mini Project STEM di laboratorium sekolah. Pada tahap berikutnya, siswa akan menyempurnakan rancangan, melakukan perakitan dan pemrograman Arduino Uno, mengintegrasikan sensor, serta melaksanakan finalisasi  pengujian dan pengambilan data sesuai dengan karakteristik proyek masing-masing.

Rangkaian kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Sulawesi Barat dalam menghadirkan pengalaman belajar fisika yang kontekstual, eksploratif, dan berorientasi pada pengembangan keterampilan riset siswa. Melalui Program Titik Kumpul Saintek 2026, Klub Sains SIPAMANDAQ diharapkan menjadi ruang bagi siswa untuk menumbuhkan rasa ingin tahu, kreativitas, kemampuan berpikir kritis, dan keterampilan pemecahan masalah melalui pemanfaatan instrumentasi fisika yang terintegrasi dengan potensi lokal Mandar.

Dari lingkungan sekitar, siswa belajar menemukan permasalahan. Melalui sains dan teknologi, mereka mulai merancang solusi.

Salam Fisika, Salam Saintis, Salam Eksperimen!