Eksplorasi Mini Project STEM Berbasis Arduino Uno dan Sensor Siswa SMAN 1 Campalagian

Campalagian, 30 September 2026 — Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Sulawesi Barat melaksanakan salah satu rangkaian kegiatan utama Program Titik Kumpul Saintek 2026 melalui kegiatan Eksplorasi Mini Project STEM Berbasis Arduino Uno dan Sensor di Laboratorium Kimia SMAN 1 Campalagian.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program “SIPAMANDAQ: Klub Sains Berbasis Instrumentasi Fisika Terintegrasi Budaya Lokal untuk Mendorong Minat dan Pengalaman Riset Siswa SMAN 1 Campalagian” yang berhasil memperoleh pendanaan dalam Program Titik Kumpul Saintek 2026. Program tersebut diinisiasi oleh tim pengusul dari Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Sulawesi Barat sebagai upaya membangun ruang belajar dan pengalaman riset bagi siswa melalui pemanfaatan instrumentasi fisika yang dikaitkan dengan potensi dan budaya lokal.

Kegiatan berlangsung pada pukul 14.00–16.30 WITA dan diikuti oleh 17 siswa, 3 guru fisika, serta 5 mahasiswa pendamping. Ketujuh belas siswa tersebut merupakan siswa yang sebelumnya telah mendaftarkan diri untuk menjadi bagian dari Klub Sains SIPAMANDAQ. Pembentukan klub sains ini sendiri menjadi salah satu luaran penting dari Program Titik Kumpul Saintek 2026.

Pada tahap awal pengenalan Klub Sains SIPAMANDAQ, tercatat sebanyak 32 siswa mendaftarkan diri. Pada kegiatan eksplorasi kali ini, sebanyak 17 siswa hadir dan aktif mengikuti kegiatan. Meskipun jumlah peserta yang hadir lebih terfokus, kondisi tersebut justru memungkinkan proses pendampingan berlangsung lebih intensif. Setiap kelompok dapat memperoleh bimbingan secara lebih optimal dari mahasiswa pendamping maupun tim dosen.

Kegiatan diawali dengan pengantar oleh salah satu tim pengusul, Nurlina, S.Pd., M.Si., yang memperkenalkan modul Mini Project serta Lembar Kerja Siswa (LKS) yang akan digunakan selama kegiatan. Selanjutnya, Andi Rosman N., S.Si., M.Si. memberikan pendalaman mengenai mini project yang akan dikerjakan siswa. Sesi pengantar dan pendalaman berlangsung selama kurang lebih 15 menit.

Selanjutnya, 17 siswa dibagi ke dalam lima kelompok. Masing-masing kelompok didampingi oleh satu mahasiswa asisten atau pembantu lapangan dan mengeksplorasi satu mini project. Lima proyek yang dikembangkan dirancang dengan mengintegrasikan konsep fisika, teknologi, dan permasalahan kontekstual yang dekat dengan lingkungan serta potensi lokal, yaitu: (1) Sistem Monitoring Suhu dan Kelembaban untuk Pengeringan Kakao/Kelapa; (2) Prototipe Pengering Kakao Tenaga Surya; (3) Sistem Pencahayaan Otomatis untuk Stand Produk Lokal Mandar; (4) Mini Pembangkit Listrik Mikrohidro Sederhana; dan (5) Alat Praktikum Pembelajaran Gelombang Air Laut.

Pendampingan dilakukan oleh lima mahasiswa yang sebelumnya telah memperoleh pembekalan mengenai penggunaan Arduino Uno dan sensor, yaitu Fatmawati, Nurul Aulia Hasri, Deskiana Linda, Fadilah, dan Muhammad Sahrul. Para dosen tim pengusul juga turut memantau dan memberikan pendampingan selama proses eksplorasi berlangsung.

Dalam kegiatan tersebut, siswa mulai berinteraksi secara langsung dengan Arduino Uno dan sensor. Mereka diperkenalkan pada komponen, melakukan perangkaian, mencoba pemrograman (coding), serta mengamati respons sensor. Pendekatan ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk tidak hanya mempelajari konsep secara teoritis, tetapi juga mengaplikasikannya melalui kegiatan eksperimen dan pemecahan masalah.

Suasana kegiatan berlangsung aktif dan penuh antusiasme. Meskipun jumlah siswa yang hadir sebanyak 17 orang, kegiatan di laboratorium berlangsung cukup ramai dengan diskusi, pertanyaan, dan aktivitas siswa dalam mencoba perangkat. Antusiasme tersebut menunjukkan ketertarikan siswa terhadap pengalaman belajar fisika yang memadukan konsep dengan teknologi secara langsung.

Antusiasme siswa juga terlihat dari tanggapan mereka terhadap pengalaman belajar yang diperoleh. Salah seorang siswa menyampaikan:

“Kegiatan ini sangat seru dan menyenangkan. Saya juga baru mendapatkan pengalaman seperti ini, karena selama belajar fisika di sekolah saya belum pernah belajar menggunakan Arduino dan sensor secara langsung.”

Melalui kegiatan ini, siswa diarahkan untuk mencapai kemampuan dasar dalam merangkai komponen, melakukan pemrograman, serta menggunakan Arduino Uno dan sensor sebagai bagian dari proses pengembangan mini project. Tahap eksplorasi ini selanjutnya akan dilanjutkan dengan pembuatan media atau prototipe dari masing-masing proyek.

Selain pengembangan prototipe, rangkaian kegiatan berikutnya juga direncanakan mencakup observasi langsung ke lokasi pengeringan kakao serta wilayah pesisir pantai. Kegiatan tersebut diharapkan dapat membantu siswa mengidentifikasi permasalahan nyata di lingkungan sekitar yang selanjutnya dapat dikaitkan dengan pengembangan teknologi dalam mini project mereka.

Melalui Program Titik Kumpul Saintek 2026, Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Sulawesi Barat terus mendorong hadirnya pembelajaran fisika yang memberikan pengalaman langsung kepada siswa. Melalui Klub Sains SIPAMANDAQ, siswa tidak hanya diarahkan untuk memahami konsep fisika, tetapi juga diberi ruang untuk bereksperimen, menggunakan instrumentasi, mengolah data, mengembangkan prototipe, serta mengenali permasalahan di lingkungan dan potensi lokal sebagai bagian dari pengalaman riset.