Campalagian, 23 September 2026 — Tim pelaksana Klub Sains SIPAMANDAQ dari Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Sulawesi Barat melaksanakan kegiatan Pelatihan Metode Ilmiah Berbasis Teknologi Mikrokontroler di SMAN 1 Campalagian. Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian utama Program Titik Kumpul Saintek 2026 melalui program “SIPAMANDAQ: Klub Sains Berbasis Instrumentasi Fisika Terintegrasi Budaya Lokal untuk Mendorong Minat dan Pengalaman Riset Siswa SMAN 1 Campalagian”.
Kegiatan ini ditujukan kepada siswa yang telah mendaftarkan diri sebagai bagian dari Klub Sains SIPAMANDAQ dan menjadi tahap pembekalan sebelum siswa mengikuti rangkaian Mini Project STEM berbasis Arduino Uno dan sensor. Pembekalan dirancang untuk memberikan pemahaman mengenai cara berpikir ilmiah, gambaran kegiatan mini project, serta pengenalan teknologi yang akan digunakan dalam kegiatan praktik berikutnya.
Kegiatan berlangsung melalui tiga materi utama yang disampaikan oleh tim pengusul Program SIPAMANDAQ.
Metode Ilmiah sebagai Dasar Kegiatan Riset dan Eksperimen Sains
Materi pertama disampaikan oleh anggota tim pengusul, Fauziah A., S.Pd., M.Si., dengan topik “Metode Ilmiah sebagai Dasar Kegiatan Riset dan Eksperimen Sains”.
Materi ini memperkenalkan metode ilmiah sebagai landasan dalam melakukan kegiatan riset dan eksperimen. Siswa diajak memahami bahwa kegiatan sains tidak hanya berkaitan dengan melakukan percobaan, tetapi juga membutuhkan proses berpikir yang sistematis, mulai dari mengidentifikasi masalah, merumuskan pertanyaan, menyusun dugaan atau hipotesis, menentukan cara memperoleh data, melakukan pengamatan dan pengukuran, menganalisis data, hingga menarik kesimpulan berdasarkan bukti.
Pembekalan ini menjadi penting karena Mini Project SIPAMANDAQ dirancang agar siswa tidak sekadar membuat suatu produk, tetapi juga memahami proses ilmiah yang digunakan untuk menemukan dan menyelesaikan permasalahan.
Mini Project SIPAMANDAQ: Belajar Sains dengan Menciptakan Sesuatu
Materi kedua disampaikan oleh Ketua Tim Pengusul, Nurlina, S.Pd., M.Si., dengan topik “Mini Project SIPAMANDAQ: Belajar Sains dengan Menciptakan Sesuatu”. Melalui materi ini, siswa diperkenalkan pada konsep Mini Project STEM yang akan mereka lakukan dalam rangkaian kegiatan Klub Sains SIPAMANDAQ. Siswa diberikan gambaran bahwa pembelajaran sains dapat dilakukan melalui proses menciptakan sesuatu yang berangkat dari permasalahan nyata di lingkungan sekitar.
Mini Project tidak hanya diarahkan pada menghasilkan sebuah produk, tetapi juga menjadi sarana bagi siswa untuk menerapkan konsep fisika, melakukan pengukuran, mengolah data, bekerja dalam kelompok, menguji ide, serta menemukan solusi melalui proses eksperimen. Dalam pelaksanaannya, mini project SIPAMANDAQ juga mengangkat konteks yang dekat dengan kehidupan dan potensi lokal, seperti pengeringan kakao, energi surya, produk lokal Mandar, energi mikrohidro, serta fenomena gelombang air laut.
Mikrokontroler Arduino dan Sensor
Materi ketiga disampaikan oleh anggota tim pengusul, Andi Rosman N., S.Si., M.Si., dengan topik “Mikrokontroler Arduino & Sensor: Pengenalan Mikrokontroler dan Praktik Penggunaan Sensor”. Materi ini memberikan pengenalan awal mengenai Arduino sebagai mikrokontroler yang dapat diprogram untuk menjalankan fungsi tertentu serta sensor sebagai komponen yang digunakan untuk mendeteksi atau mengukur besaran fisik dari lingkungan.
Siswa diperkenalkan pada hubungan antara sensor, Arduino, dan data hasil pengukuran. Pemahaman tersebut menjadi dasar bagi siswa sebelum mereka melakukan kegiatan praktik pada pertemuan berikutnya, ketika Arduino Uno dan sensor akan digunakan secara langsung dalam pengembangan mini project.
Melalui tiga materi tersebut, siswa memperoleh pembekalan yang saling berkaitan. Metode ilmiah memberikan dasar cara berpikir dan bekerja dalam kegiatan riset, Mini Project SIPAMANDAQ memberikan gambaran mengenai proses belajar melalui penciptaan dan pemecahan masalah, sedangkan Arduino dan sensor memperkenalkan teknologi yang akan digunakan untuk mengimplementasikan ide dan melakukan pengukuran.
Kegiatan pada 23 September ini masih berada pada tahap pengenalan dan pembekalan sehingga belum memasuki tahap perakitan maupun pengembangan prototipe. Pembekalan tersebut menjadi fondasi bagi siswa sebelum memasuki kegiatan berikutnya, yaitu Eksplorasi Mini Project STEM Berbasis Arduino Uno dan Sensor.
Melalui rangkaian kegiatan Titik Kumpul Saintek 2026, Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Sulawesi Barat melalui Klub Sains SIPAMANDAQ berupaya memberikan pengalaman belajar yang menghubungkan konsep fisika, metode ilmiah, teknologi, dan permasalahan kontekstual. Dengan demikian, siswa tidak hanya belajar memahami sains, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk mengalami secara langsung bagaimana sains digunakan untuk memahami masalah dan menciptakan solusi.
