Kolaborasi Disdikbud Sulbar, MGMP, dan KBK Asesmen Pendidikan Fisika Unsulbar Perkuat Kesiapan Guru Menghadapi TKA Fisika

Majene, 31 Juli 2026 – Kelompok bidang keilmuan (KBK) Asesmen Pendidikan Fisika Universitas Sulawesi Barat menunjukkan kontribusinya dalam peningkatan mutu pendidikan di Sulawesi Barat melalui partisipasi sebagai narasumber pada Webinar Series Pedagogik: TKA Mata Pelajaran Fisika yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Barat bekerja sama dengan MGMP Fisika Provinsi Sulawesi Barat. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting ini diikuti oleh sekitar 80 peserta, yang terdiri atas guru-guru fisika SMA/sederajat dari berbagai kabupaten di Sulawesi Barat.

Webinar dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Barat, Muhammad Nehru Sagena, S.IP., M.Si. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa capaian Tes Kemampuan Akademik (TKA) Provinsi Sulawesi Barat saat ini masih menjadi perhatian bersama dan memerlukan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, khususnya para guru fisika. Menurut beliau, peningkatan kapasitas guru merupakan salah satu kunci dalam meningkatkan kompetensi peserta didik, sehingga guru diharapkan terus mengembangkan kemampuan profesionalnya dan menjadikan hasil evaluasi sebagai bahan refleksi untuk memperbaiki proses pembelajaran.

Kegiatan webinar dipandu oleh Darmawan, S.Pd., M.Si., Gr., selaku Sekretaris MGMP Fisika Kabupaten Mamuju.

Pada sesi pertama, Dr. Purwoko Haryadi Santoso, S.Pd., M.Pd., dosen dan anggota Kelompok Bidang Keahlian (KBK) Asesmen Pendidikan Fisika FKIP Universitas Sulawesi Barat, menyampaikan materi berjudul “TKA Fisika SMA dan Bagaimana Dukungan Hasil Riset Pendidikan Fisika untuk Program TKA.” Dalam paparannya, beliau menjelaskan latar belakang serta tujuan pelaksanaan TKA sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu pendidikan nasional.

Selain itu, beliau memaparkan beberapa hasil penelitian pendidikan fisika yang dapat dijadikan dasar dalam penyusunan strategi pembelajaran untuk meningkatkan capaian TKA. Salah satu hasil penelitian yang disampaikan menunjukkan bahwa kemampuan memahami wacana atau bahasa merupakan faktor penting yang mempengaruhi keberhasilan diagnosis miskonsepsi (Clerk & Rutherford, 2000). Oleh karena itu, guru tidak hanya perlu melatih kemampuan berhitung atau penyelesaian masalah fisika, tetapi juga membiasakan siswa memahami konteks dan informasi yang terdapat pada soal. Beliau juga menjelaskan bahwa format penyajian butir soal turut memengaruhi karakteristik performa peserta didik, sehingga guru perlu memberikan variasi bentuk latihan agar siswa lebih siap menghadapi berbagai tipe soal TKA. Sebagai contoh implementasi, peserta diperkenalkan dengan beberapa soal Force Concept Inventory (FCI) yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan latihan untuk mengukur sekaligus memperkuat pemahaman konseptual siswa pada materi mekanika.

Sesi kedua disampaikan oleh Dr. Wahyudi, S.Pd., M.Pd. dari MGMP Fisika Kabupaten Mamuju. Materi yang disampaikan meliputi muatan dan matriks asesmen TKA Fisika, analisis hasil TKA Fisika SMA/sederajat Sulawesi Barat Tahun 2025, serta model pembelajaran dan strategi yang dapat diterapkan guru untuk meningkatkan capaian TKA peserta didik. Pada sesi ini, peserta memperoleh gambaran mengenai kompetensi yang diukur dalam TKA serta strategi pembelajaran yang lebih berorientasi pada penguatan kemampuan berpikir konseptual dan pemecahan masalah.

Webinar diakhiri dengan sesi diskusi yang berlangsung interaktif. Salah satu peserta, Mahyuddin A. dari UPTD SMKN 2 Majene, mempertanyakan sejauh mana hasil penelitian mengenai TKA Fisika telah dimanfaatkan oleh guru-guru fisika di Sulawesi Barat sebagai dasar dalam memperbaiki proses pembelajaran di kelas. Sementara itu, Benyamin Bode Rumimbo, S.Pd., M.A., guru fisika dari SMAN 2 Majene, menyoroti keterbatasan informasi hasil TKA yang saat ini tersedia pada laman Kementerian Pendidikan, Dasar, dan Menengah. Menurut beliau, hasil yang ditampilkan hanya berupa capaian rata-rata per provinsi sehingga belum memberikan gambaran mengenai performa masing-masing sekolah. Beliau berharap ke depan hasil TKA dapat disajikan hingga tingkat sekolah beserta capaian setiap indikator kompetensi, sehingga guru dapat melakukan evaluasi yang lebih tepat sasaran terhadap kelemahan siswa dan menyusun program tindak lanjut yang lebih efektif.

Melalui kegiatan ini diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antara pemerintah daerah, MGMP, perguruan tinggi, dan guru-guru fisika dalam meningkatkan kualitas pembelajaran fisika di Sulawesi Barat. Kehadiran dosen Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Universitas Sulawesi Barat sebagai narasumber juga menjadi bentuk nyata kontribusi akademisi dalam mendukung peningkatan kompetensi guru melalui pemanfaatan hasil-hasil riset pendidikan fisika yang relevan dengan kebutuhan di lapangan.