“Fisika Berdampak” di Mamasa: Pelatihan Laboratorium Virtual Dorong Motivasi dan Kemandirian Belajar Siswa

Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Sulawesi Barat melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Fisika Berdampak” di Kabupaten Mamasa pada tanggal 31 Juli hingga 2 Agustus 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja tahunan yang melibatkan dosen dan mahasiswa dalam upaya penerapan ilmu fisika secara langsung kepada masyarakat. Salah satu kegiatan dalam rangkaian tersebut adalah Pengabdian Kemitraan yang berjudul Pelatihan Laboratorium Virtual untuk Menumbuhkan Motivasi dan Kemandirian Belajar Siswa, yang dilaksanakan pada Jumat, 1 Agustus 2025 di SMAN 1 Mamasa dan diikuti oleh siswa kelas XI.

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Wakil Kepala SMAN 1 Mamasa, Dr. Jonisius, S.Pd., MM. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi kepada tim pengabdian dari Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Sulawesi Barat.

“Kami dari pihak sekolah bersama seluruh civitas akademika SMAN 1 Mamasa menyambut baik kegiatan ini. Pelatihan seperti ini sangat bermanfaat karena membantu guru dan siswa dalam mengenal teknologi pembelajaran berbasis digital. Kami berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut agar pembelajaran sains di sekolah semakin maju dan relevan dengan perkembangan zaman,” ujar Dr. Jonisius.

Turut hadir dalam kegiatan ini guru fisika SMAN 1 Mamasa, yang mendampingi dan menyaksikan langsung proses pelatihan serta memberi dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan. Kehadiran guru fisika juga memperkuat sinergi antara pihak sekolah dan tim pengabdian dalam memperkenalkan inovasi pembelajaran yang berbasis teknologi.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan dan melatih siswa dalam penggunaan laboratorium virtual The Physics Aviary guna meningkatkan kualitas pembelajaran fisika berbasis eksperimen digital. Selain itu, kegiatan ini dirancang untuk menumbuhkan motivasi belajar dan kemandirian siswa dalam memahami konsep-konsep fisika secara lebih bermakna. Diharapkan, melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya terbantu dalam memahami materi fisika, tetapi juga mampu memperluas wawasan mereka terhadap pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran serta meningkatkan literasi digital mereka, khususnya dalam konteks sains.

Pelatihan ini juga sejalan dengan tuntutan capaian pembelajaran dalam SK Kepala BSKAP Tahun 2025, yang mengharuskan peserta didik untuk mampu merencanakan, memilih metode, dan mengendalikan variabel dalam eksperimen. Selain itu, siswa juga dituntut untuk dapat memilih dan menggunakan teknologi digital guna mengumpulkan serta mencatat data secara sistematis dan akurat.

Tim pengabdian yang terlibat dalam kegiatan ini terdiri dari para dosen—Ummu Kalsum, S.Pd., M.Si., Nurlina, S.Pd., M.Si., Fauziah A., S.Pd., M.Si., dan Dr. Nur Aisyah Humairah, S.Si., M.Pd.—serta enam mahasiswa pendamping: Maisarah, Ernawati, Widia, Hasman, Wita Fardillah, dan Deskiana Linda. Mereka bekerja sama menyusun modul praktikum, menyiapkan perangkat digital, serta membimbing siswa selama proses pelatihan berlangsung.

Sebelum memasuki kegiatan inti, siswa terlebih dahulu mengikuti pre-test untuk mengukur tingkat literasi digital mereka. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Ummu Kalsum, S.Pd., M.Si., yang menjelaskan konsep laboratorium virtual dan dilanjutkan oleh Nurlina, S.Pd., M.Si., tentang praktik penggunaannya melalui platform The Physics Aviary. Siswa kemudian melakukan eksperimen mandiri menggunakan modul digital yang telah disiapkan. Proses praktikum ini dibimbing langsung oleh para dosen dan didampingi oleh mahasiswa tim pengabdian.

Selama sesi latihan berlangsung, siswa terlihat sangat antusias. Mereka aktif mengeksplorasi simulasi, berdiskusi, dan bertanya untuk memastikan pemahaman mereka. Menjelang akhir kegiatan, siswa mengikuti permainan edukatif seputar laboratorium virtual, kemudian mengisi angket untuk mengukur perubahan motivasi belajar, kemandirian belajar, dan literasi digital setelah mengikuti pelatihan.

Kegiatan ini diharapkan menjadi kontribusi nyata dalam mendukung transformasi pembelajaran sains di sekolah melalui pemanfaatan teknologi digital, serta menumbuhkan semangat belajar mandiri yang sesuai dengan tuntutan pendidikan abad ke-21.