Mamasa, 1 Agustus 2025 — Tim Pengabdian kepada Masyarakat dari Program Studi Pendidikan Fisika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sulawesi Barat baru-baru ini menggelar kegiatan inovatif di SMAN 1 Mamasa dengan tajuk “Fisika Dekat Kita: Permainan Tradisional Mamasa sebagai Media Edukasi Interaktif.” Kegiatan ini bertujuan untuk mengubah pandangan siswa terhadap mata pelajaran Fisika yang sering dianggap sulit dan membosankan menjadi sesuatu yang lebih menyenangkan dan mudah dipahami.
Kedatangan tim disambut hangat oleh Wakil Kepala SMAN 1 Mamasa, Dr. Jonisius, S.Pd., MM. Dalam sambutannya, Beliau menyambut baik inisiatif tim pengabdian dan berharap kegiatan ini bisa menjadi inspirasi bagi guru-guru di SMAN 1 Mamasa untuk terus berinovasi dalam metode pembelajaran.
“Kami sangat mengapresiasi kehadiran Tim Pengabdian dari Universitas Sulawesi Barat. Inovasi ini sangat penting untuk meningkatkan minat belajar siswa, khususnya pada pelajaran Fisika. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut,” ungkap Bapak Jonisius.

Penyambutan oleh Wakil Kepala SMAN 1 Mamasa
Kegiatan diawali dengan pemaparan materi oleh anggota tim, Dewi Sartika, S.Pd., M.Pd., yang menjelaskan konsep momentum dan impuls menggunakan simulasi permainan tradisional Mamasa yang dibuat dengan media pembelajaran interaktif berbasis Scratch. Penggunaan media digital ini membantu siswa memvisualisasikan teori dengan lebih jelas, mengaitkan teori Fisika dengan aplikasi nyata dalam budaya mereka.
Selanjutnya, Ketua Tim Pengabdian, Nursakinah Annisa Lutfin, S.Pd., M.Si., mendemonstrasikan beberapa permainan tradisional Mamasa di hadapan para siswa. Permainan ini dipilih karena secara nyata mempraktikkan konsep tumbukan yang baru saja dijelaskan. Setelah demonstrasi, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok untuk mempraktikkan berbagai permainan tradisional tersebut secara langsung. Setiap tim diminta untuk mengamati dan menganalisis konsep tumbukan yang terjadi selama permainan. Mereka kemudian mempresentasikan hasil pengamatan dan analisisnya di depan kelas. Pendekatan ini disambut dengan antusiasme tinggi dari para siswa. Mereka terlihat sangat aktif dan bersemangat dalam setiap sesi.


(Kiri) Pemaparan Materi Menggunakan Media Pembelajaran Berbasis Scratch
(Kanan) Praktik Permainan Tradisional Mamasa oleh Siswa
Di sesi berikutnya, anggota tim Aulia Rahmadhani, S.Pd., M.Pd., menjelaskan tata cara pembuatan media pembelajaran berbasis Scratch. Langkah ini bertujuan untuk memberdayakan siswa agar mereka bisa menciptakan simulasi Fisika sederhana mereka sendiri di masa depan. Tim pengabdian juga diperkuat oleh kontribusi mahasiswa Mutmainnah Badu, Muhammad Sahrul, dan Aulia Nadratan Naim.
“Kami ingin menunjukkan bahwa Fisika tidak hanya ada di buku, melainkan sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari, bahkan dalam permainan yang sudah menjadi bagian dari budaya lokal seperti Kato’-katto’, Bois, Tembak-tembak, dan Bikkel,” ujar Ibu Nursakinah.

Foto Bersama Tim PkM dan Siswa SMAN 1 Mamasa
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model pembelajaran inovatif yang bisa diterapkan di sekolah-sekolah lain. Dengan pendekatan yang kreatif dan integrasi antara budaya lokal dengan teknologi digital, pelajaran yang dianggap sulit bisa menjadi lebih mudah, relevan, dan yang terpenting, menyenangkan.
